Fahri Hamzah: Hercules Jatuh, Ini ‘Aurat’ Bangsa


Jakarta – Jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang menewaskan 122 orang di Medan, Sumatra Utara, menambah catatan buruk militer Indonesia. Tidak seharusnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) berperforma tidak baik.

Kritikan tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Dia menyoroti kurangnya perhatian terhadap alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Ini kejadian besar, bagaimana sebuah negara dianggap memiliki kekuatan militer yang gagal. Fatal sekali. Alutsista itu tidak boleh gagal,” ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Pesawat tersebut merupakan pesawat hibah yang diterima TNI dari Australia dan usianya sudah tua. Karena itu, Fahri mendesak memodernisasi alutsista militer Indonesia.

“Kita perlu memodernisasi alat-alat persenjataan. Gagalnya alutsista kita, ini aurat bangsa. Masak semuanya berantakan dan tua? Jelas ini menganggu pertahanan,” jelas politisi PKS tersebut.

Pada kesempatan berbeda, politikus Partai NasDem, Supiadin AS, mengamini pernyataan Fahri. Dia menegaskan pentingnya pengawasan kualitas pesawat Hercules yang sudah tua dan tenggat penggunaannya yang sudah hampir habis.

Mantan Pangdam Iskandar Muda itu juga meminta pemerintah tidak lagi menunda-nunda modernisasi alutsista TNI.

Artikel Terkait :
1. Audit Menyeluruh Kelayakan Alutsista TNI

Keluargaku Adalah Surgaku


Jakarta – Tidak dipungkuri, seringkali semangat dan inspirasi untuk tetap berkontribusi dalam kebaikan untuk masyarakat dan negara berasal dari keluarga. Ibarat surga, rakyat Indonesia harus menjadikan keluarga sebagai tempat kembali yang nyaman bagi setiap anggota setelah menjalani aktivitas padat dan melelahkan.

“Oleh karena itu, setiap ayah, bunda, maupun anak harus tetap bersemangat menjalani tantangan kehidupan yang semakin kompleks,” jelas Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, Selasa (29/6).

Anis mengatakan dalam membangun sebuah keluarga sebagai surga, manusia membutuhkan proses panjang dan berliku. Menurutnya, itulah seni berkeluarga. Ketika sepasang insan mengikrarkan dirinya dalam sebuah janji pernikahan, sudah seharusnya mereka juga memahami akan menghadapi berbagai tantangan.

“Menikah adalah ibadah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Betapapun sulitnya tantangan, pasangan yang telah menikah seharusnya tidak mudah putus asa hingga memutuskan berpisah,” ungkapnya.

Jika pondasi ini dimiliki setiap pasangan yang menikah, dia yakin, setiap ada konflik akan dikembalikan pada kekuatan motivasi untuk beribadah kepada Allah SWT.

Namun dia mengakui tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki konflik. Perbedaan muncul pada sikap setiap keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan.

Keluarga yang mampu merespon dengan positif, katanya, akan mampu mengurai masalah dan bahkan menjadikannya sebagai perekat cinta.

Baca Selengkapnya

Ramadhan Momen Menjadi Pribadi Optimis


SJO, Bandung – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menghadiri kegiatan Parade & Expo Jalan Cinta Ramadhan yang diselenggarakan oleh Majelis Darul Al-Quran di Masjid Trans Studio Mall Bandung, Selasa (23/6). Hadir pula Ust. Khoizin yang berceramah di depan seratus muslimah yang tergabung dalam Hijabersmoms Community.
Netty Heryawan mengatakan bulan Ramadhan ini mengajarkan kita menjadi manusia yang optimis, disiplin dan bersama-sama melakukan kebaikan.
“Bukan saja di bulan Ramadhan tetapi harus selalu di tanamkan pada pribadi setiap harinya,” lanjutnya.
Istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) itu menegaskan jika individu ingin menang dalam Ramadhan, maka harus menganalogikan bahwa Ramadhan sebagai sebuah perlombaan, “seperti halnya menghatamkan Al-Qur’an,  bersedekah dan kebaikan lainnya,” katanya.
“Dengan adanya keinginan dan motivasi yang kuat dalam menjalankan puasa ini dapat menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan beriman sehingga ketahanan keluarga dapat terus terjaga,” pungkas Netty.

Waduk Jatigede Agustus Direndam, Ganti Rugi Rp122 Juta Per KK


Sumedang – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin (22/6/2015), mengakui segera memenuhi pembayaran ganti rugi atas pembangunan Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar.

Penggantian itu mengacu Permendagri Nomor 75 dan berlangsung pada 26 Juni mendatang.

Politisi PKS itu menyebutkan, sekitar 4.500 kepala keluarga akan mendapat ganti rugi sebesar Rp122 juta lebih per KK. Fulus sebesar itu diberikan sebagai pengganti lahan, bangunan, serta penghasilan warga selama enam bulan.

“Jumlah ganti rugi ini saya kira cukup besar sehingga bisa dijadikan modal usaha dan relokasi tempat tinggal bagi warga,” beber Aher di Gedung Sate, Bandung.

Merilis antara, polemik tentang tak kunjung tibanya proses ganti rugi bagi warga sekitar lokasi pembangunan waduk. Aher menjamin, proses ganti rugi segera ia tuntaskan hingga akhir Juli mendatang.

Aher mengatakan, kesanggupan penyelesaian ganti rugi tercapai usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat kabinet terbatas Sabtu kemarin.

Berita Selengkapnya

Artikel Terkait :
1. DPR sahkan P3DP
2. PKS bantu korban kebakaran
3. Hanya di Indo wartawan boleh meliput saat sidang

Tempat Hiburan Malam Meresahkan Warga



Pekanbaru – Anggota DPRD Pekanbaru dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyadi AMd mengatakan, sudah seharusnya para pemilik tempat hiburan malam yang ada di Pekanbaru untuk menghargai bulan Ramadan. Salah satunya adalah dengan menutup tempat usaha mereka selama Ramadan.

“Jangan sampai nanti masyarakat yang sudah gerah dengan masih beroperasinya sejumlah tempat hiburan malam, melakukan sweping dan bertindak anarkis. Untuk itu sebelum tindakan itu terjadi, sudah seharusnyya Pemko Pekanbaru mengambil tindakan tegas berupa penutupan tempat-tempat hiburan malam selama Ramadan,” ujarnya kepada Riau Pos (Grup JPNN), kemarin.

Mulyadi juga mengimbau kepada masyarakat khususnya yang beragama islam untuk lebih memperbanyak kegiatan positif. Selain itu, kegiatan-kegitan yang bersifat mubazir hendaknya dikurangi agar selama Ramadan ini seluruh kegiatan dapat bernilai amal.

“Bulan Ramadhan ini adalah sekolah untuk kita membiasakan diri menghilangkan kebiasaan buruk. Seperti kebiasaan karaoke, lebih baik ditinggalkan dan diganti dengan membaca Alquran secara rutin setiap hari, lebih banyak manfaatnya.

Baca Selengkapnya

Artikel Terkait :
1. Tajil oleh Pks di posko jabar
2. Polisi belum serius bongkar Prostitusi Online
3. DPRD PKS palangkaraya adakan Bazar murah 

Pajak Barang Mewah


Jakarta – Kebijakan Pemerintah untuk menghapus pajak beberapa jenis barang mewah tidak masuk akal. kebijakan ini mencederai rasa keadilan masyararakat, utamanya wong cilik yang sudah berkorban menanggung beban kenaikan harga-harga akibat dicabutnya subsidi BBM.
Begitu dikatakan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam, dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi, Senin (15/6).
“Keputusan Pemerintah membebaskan pajak barang mewah sangat tidak masuk akal. Kebijakan ini secara ekonomi kecil benefit-nya dan social cost-nya besar,” jelas Ecky.
Pekan lalu, kebijakan menghapus pajak beberapa jenis barang mewah ditetapkan pemerintah. Kebijakan itu disebutkan dapat meningkatkan kepatuhan pembiayaan pajak dan konsumsi dalam negeri sebab selama ini mereka memilih berbelanja di luar negeri karena lebih murah dan tidak kena pajak.
Ecky menuturkan ada beberapa jenis konsumsi yang motif-nya bukanlah kebutuhan riil. Tapi motifnya lebih didorong hasrat pengakuan akan status sosial atau ingin mendapat pujian. Mereka yang punya uang akan bernafsu memburu barang mewah terlepas dari harganya. Pada kondisi ini, permintaan tidak elastis terhadap harga. Sehingga tujuan pemerintah yang ingin menggerakan konsumsi dengan membebaskan pajak barang mewah adalah kontraproduktif.
Baca Juga : Toleransi Agama
“Harga berapapun akan mereka kejar itu. Malah bisa jadi mereka menghindari barang-barang yang harganya lebih murah karena tidak bergengsi,” kata Ecky.
Legislator asal Dapil Jabar III (Kab Cianjur-Kota Bogor) ini menyarankan jika Pemerintah ingin menggairahkan konsumsi, seharusnya yang pajaknya dilepas atau bahkan disubsidi adalah barang kebutuhan rumah tangga menengah kebawah. Menurut Ecky, perubahan harga sekecil apapun akan mempengaruhi jumlah konsumsi mereka.
“Okelah saya setuju jika yang pajaknya dihapus adalah barang yang imbasnya bisa menggerakan produksi dalam negeri seperti televisi atau alat-alat elektronik kebutuhan rumah tangga,” kata Ecky.
Dia menambahkan, hal yang paling mendasar adalah salah satu tujuan pajak adalah distribusi kue ekonomi, yang kaya membantu yang miskin. Sehingga ada pemerataan dan tercipta keadilan sosial.

Kemuliaan Bulan Ramadhan


Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di dalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah. Sehingga menjadikan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, patut diupayakan oleh setiap muslim yang beriman. Sehingga kemuliaan bulan ramadhan bisa kita capai dengan sempurna.

Menggapai kemuliaan ramadhan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari mulai beriktikaf di siang hari tatkala puasa, berbagi rizki dengan menyediakan takjil bagi orang yang berpuasa ataupun dengan memenuhi malah di bulan ramadhan dengan amalan-amalan mulia dengan memperbanyak tahlil, tahmid dan amalan-amalan yang ditujukan untuk mengagungkan Allah subhanahu wata'ala.
Oleh karenanya kita sebagai umat muslim sudah seharusnya tidak melewatkan kemuliaan bulan ramadhan dengan kegiatan yang sia-sia, agar lebih termotivasi menjalani bulan puasa dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri, mari kita ketahui bersama apa saja kemuliaan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah.

Di antara sedikit kemuliaan bulan ramadhan adalah sebagai berikut :

1. Bulan Diturunkannya Al-Quran
Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185 yang artinya:
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

2. Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda
Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh dan kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai sebagai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam Hadist:
Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

3. Bulan Pernuh Keberkahan
Pada bulan puasa seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi. seperti hadits dibawah ini:
“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa
Pada bulan Ramadhan juga seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir. Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

5. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
Selebar-lebarnya pintu untuk kembali ke jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka bagi umat Islam. Sesuai Hadist dibawah ini:
“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

6. Bulan yang Mendidik untuk Mencapai Ketaqwaan
Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan dapat membimbing umat Islam mencapai ketawaan. Sesuai surat dalam Al-Quran yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)

7. Terdapat Malam Lailatul Qadar
Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu-waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana malam tersebut baik diisi doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun pada umat Islam pada malam Lailatul Qadar tersebut.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)
Demikian 7 Kemuliaan Bulan Ramdhan  yang dijanjikan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. Semoga kita dapat meraih kemuliaan bulan ramadhan tersebut dengan sempurna. Amiin
Sumber lain :
  • Fadhilah Sedekah di Bulan Ramadhan
  • 9 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Label :
  • keutamaan puasa ramadhan
  • keutamaan bulan suci ramadhan
  • keutamaan bulan ramadhan
  • kemuliaan bulan ramadhan
  • keutamaan puasa romadhon
  • keutamaan puasa ramadan
  • keutamaan bulan puasa ramadhan
  • Kemuliaan Bulan Suci Ramadhan
  • keutamaan ramadhan
  • keutamaan puasa di bulan ramadhan
Artikel Terkait :

Bupati Jember Jangan Remehkan Opini BPK!

 
pksiana.com
Jember – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jember, Jawa Timur, mengingatkan Bupati MZA Djalal agar tidak meremehkan opini Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan pelaksanaan APBD 2014.

Hasil audit BPK menunjukkan laporan keuangan APBD 2014 wajar dengan pengecualian (WDP). Ini berarti ada penurunan opini, yang sebelumnya BPK menilai laporan keuangan APBD 2013 wajar tanpa pengecualian.

“Hendaknya bupati tidak menganggap remeh opini BPK. Apalagi hanya sekedar menganggap bahwa opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) yang telah diberikan BPK RI hanya dikarenakan adanya perubahan standar penilaian,” kata juru bicara Fraksi PKS Nur Hasan, Rabu (10/6/2015).

Nur Hasan meminta agar opini BPK ini dipahami identik dengan adanya kekurangan dalam manajerial pengelolaan pemerintahan Kabupaten Jember. “Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI harus benar-benar dijadikan acuan dalam pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2014.” Kata Nur.

FPKS berharap hasil pemeriksaan tidak hanya memuaskan pada sisi yuridis dan administrasi. Lebih dari itu, hasil pemeriksaan harus pula berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember.

“Pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2014 minimal memberikan gambaran informasi dan terukurnya keuangan daerah. Pembahasan LPP APBD bukan hanya rutinitas belaka, namun harus dipahami sebagai sebuah tuntutan terhadap proses akuntabilitas pelaksanaan APBD,” kata Nur Hasan.


Artikel Terkait :

Pesan Fahri Hamzah untuk Pendukung Pemerintah Jokowi-JK


Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, adalah kewajiban dari para pendukung Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), untuk mengingatkan ketika kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tak sejalan dengan aspirasi rakyat.

Baca Juga : Dilarang kampanye

Hal itu dikatakan Fahri di akun Twitternya @Fahrihamzah, dengan tanda pagar (tagar) #melawanlupa. Kicauan Fahri ini terkait dengan sejumlah kebijakan Jokowi-JK yang dinilainya tak sesuai dengan janji di saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Baca Juga :  Wakil Ketua MPR Pinpim sholat jenazah

“Adalah pendukunglah yang utamanya mengkritik yang didukung. Jangan bebankan semua hal kepada oposisi. Sebab kami rawan dianggap mengganggu. #MelawanLupa,” kicau Fahri, Minggu 29 Maret 2015.

Baca Juga : Denny membantah, politikus PKS buktikan di pengadilan

“Justru kami mendoakan agar Pemerintah Jokowi-JK kompak menemukan solusi janji-janji. Mari kita dukung dengan doa. Para pendukungnya harus ikut memperkuat. Jangan cepat tidak puas.#MelawanLupa,” pungkasnya.

sumber : pksiana

Artikel Terkait :
1. situs islam di blokir
2. Pemerintah blokir situs islam
3. Apresiasi program tahfizh Qur`an
4. Pemblokiran situs tanpa klarifikasi
5. HNW enggan berspekulasi

PKS Apresiasi SK Kapolri yang Bolehkan Polwan Berjilbab


Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf, mengapresiasi Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti yang secara resmi telah mengeluarkan Keputusan Kapolri Nomor 245/III/2015 pada 25 Maret 2015. Keputusan itu memuat aturan yang membolehkan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (Polwan) di Indonesia.
“Alhamdulillah, akhirnya peraturan resmi Polwan berjilbab keluar. Fraksi PKS sangat mengapresiasi langkah Plt Kapolri Pak Badrodin Haiti yang telah resmikan jilbab Polwan,” kata Almuzzammil Yusuf, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/3/2015).
Menurut Muzzammil, hal ini merupakan perjuangan semua pihak, termasuk mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Sutarman dan Timur Pradopo dengan jajarannya dan fraksi-fraksi di Komisi III DPR RI yang sudah membahas dan mengesahkan anggaran jilbab Polwan dalam APBN 2015.
“Dan ini juga perjuangan para tokoh, ormas Islam, dan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya melalui berbagai media masa dan media sosial,” ujar Muzammil.
Surat keputusan itu, kata Muzzammil, merupakan kabar gembira, terutama bagi Polwan yang ingin berjilbab. “Ini kegembiraan kita semua. Saya mengajak kepada para Polwan yang Muslimah, ayo jangan ragu kenakan jilbab,” kata dia.
Sumber : pksiana.com
Artikel Terkait :


Kisah Nyata: Asep Penjual Gorengan, Sekarang Jadi Gubernur


Ada seorang anak SD yang tinggal bersama neneknya. Namanya Asep. Setiap berangkat sekolah, ia berjualan gorengan. Ia tidak malu berjualan gorengan untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya. Terkadang, ia berangkat ke sekolah sambil nyeker (tanpa alas kaki) karena keterbatasan (ekonomi) keluarganya. Di luar waktu sekolah, Asep mengisi waktu luangnya dengan belajar. Ia terkenal kutu buku. Sering sekali ia membaca buku dengan semangat di atas pohon, padahal di bawah dekat pohon itu ada kuburan. Saat suasana mulai gelap, barulah ia turun dari pohon tersebut. Ia juga sering mengaji Al-Quran di Masjid.
Selain ilmu umum di sekolah, ia pun senang belajar ilmu-ilmu agama Islam. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, Asep bisa melanjutkan sekolah sampai SMA. Pada saat SMA, minat dan semangatnya terkait agama menyebabkan Asep aktif di rohis (kerohanian Islam). Keilmuan Asep di bidang agama pun mulai diakui oleh masyarakat. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah sering menjadi ustadz muda yang diminta berceramah dari satu kampung ke kampong lainnya.
Suatu ketika, Asep sedang menyampaikan ceramahnya dengan bahasa yang sistematis dan jelas. Para hadirin terpesona dengan penjelasan Asep yang sederhana dan mudah dipahami. Ada seorang wanita yang matanya sembap, air mata pun mengalir. Ia bersyukur kepada Allah karena Asep diberi karunia ilmu agama dan dipercaya oleh masyarakat. Ternyata, wanita tersebut adalah ibunda Asep yang ikut hadir. Setelah SMA, Asep diterima kuliah di IPB. Namun, dengan berat hati ia tidak melanjutkan kuliah karena memprioritaskan adikadiknya yang masih sekolah dan perlu biaya yang banyak. Ia pun sempat diterima di IAIN Sunan Gunung Djati (sekarang UIN Sunang Gunung Djati). Dengan keterbatasan ekonomi keluarganya, Asep berusaha mencari beasiswa.
Alhamdulillah, pada saat itu ada pengumuman penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammad Ibnu Saud Saudi Arabia cabang Asia Tenggara. Asep mendaftar dan lulus dengan beasiswa penuh untuk belajar bahasa Arab dan ilmu syariah di universitas tersebut. Asep belajar dengan tekun sehingga berhasil lulus kuliah. Setelah lulus, Asep terus aktif dalam dunia dakwah. Ia pun dikenal oleh masyarakat sebagai salah seorang dai yang juga aktif dalam bidang pendidikan dan politik.
Nah, Asep yang dulu penjual gorengan itu sekarang ada di rumah kita, pungkas Bu Netty Prasetiyani sambil tersenyum mengakhiri cerita kepada anak-anaknya. Oh, jadi Asep penjual gorengan itu Bapak, ya Itulah ungkapan yang muncul dari anak-anak saat pertama kali mendengar cerita Asep Penjual Gorengan, tambah Bu Netty.
Kami tidak menyangka bahwa ternyata kisah Asep Penjual Gorengan itu adalah kisah nyata Gubernur Jawa Barat saat masih kecil, di daerah Sukabumi. Ternyata, Asep itu adalah panggilan Pak Ahmad Heryawan waktu kecil. Saya baru ingat bahwa Universitas Muhammad Ibnu Saud cabang Asia Tenggara itu bernama LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) yang bertempat di Jakarta dan merupakan kampus tempat Pak Ahmad Heryawan dahulu berkuliah dan menimba ilmu bahasa Arab dan keislaman.
Artikel Terkait :